hotel

Pentingnya Merekrut Akuntan Dalam Bisnis Hotel

Bisnis hotel di era gadget dan teknologi saat ini tergolong berpeluang besar dalam menghasilkan income. Banyak orang yang membutuhkan piknik, baik di hari weekend maupun weekday, sehingga kebutuhan akan hotel pun meningkat tajam. Hal ini sejalan dengan maraknya bisnis yang berbau wisata di Indonesia. Jadi di saat musim liburan, sudah bisa dipastikan bahwa hampir semua hotel yang ada di sudut kota maupun pelosok yang penuh dan padat oleh kedatangan tamu. Tak heran jika para pebisnis mulai melirik bisnis hotel yang begitu menggiurkan ini.

Seperti halnya bisnis lainnya, tentu saja manajemen keuangan dalam bisnis hotel perlu diperhatikan. Ada banyak aspek di dalamnya yang terkait dengan keuangan perlu ditangani oleh seorang professional agar jelas uang masuk dan keluarnya.  Jika keuangan hotel tidak terkelola dengan baik, maka banyaknya tamu hotel yang menginap pun tak akan menghasilkan income yang jelas dan terlihat ketika tidak ada pengelolaan keuangan yang jelas.

Akuntansi dalam perhotelan

Mengingat pentingnya pengelolaan keuangan dalam manajemen hotel, dibutuhkan akuntansi dalam perhotelan. Akuntansi merupakan pencatatan, pengklasifikaian, serta penyajian secara sistematis informasi keuangan dan transaksi dalam sebuah unit usaha yang nanyinya akan dijadikan dasar dalam penyusunan laporan keuangan. Dalam bisnis hotel, siklus akuntansi secara garis besar adalah sama dengan siklus akuntansi pada perusahaan dengan jenis usaha yang laia. Siklus tersebut akan diawali dengan pencatatan transaksi yang kemudian diakhiri dengan posting ke jurnal dan buku besar yang dijadikan rujukan pembuatan laporan keuangan.

Berikut ini beberapa transaksi penting yang ada dalam bisnis hotel yang wajib dicatat dalam akuntansi yang jelas.

  1. Penjualan produk dan jasa: terdapat transaksi harian mengenai penjual produk dan jasa yang dicarar dalam buku khusus penjualan yang kemudian di periode akhir akan dibuatkan jurnal khusus penjualan. Hal ini untuk mempermudah pekerjaan bagian akuntansi.
  2. Penerimaan kas dan pengeluaran kas: transaksi yang dicatat dari penagihan serta penjualan tunai harian yang dicatat dalam buku khusus kas dan bank.
  3. Pembelian produk dan jasa: transaksi yang dicatat dari transaksi harian pembelian produk dan jas yang dicatat dalam buku khusus pembelian. Di periode akhir, akan dibuatkan jurnal khusus pembelian untuk memudahkan pencatatan akuntansi.
  4. Payroll: mengingat hotel memiliki banyak departemen dengan tugasnya masing-masing, maka bagian prsonalia akan membuat rekapan gaji, upah, serta PPh 21 yang disesuaikan dengan bagian serta departemen masing-masing karyawan.

Tugas akuntan dalam bisnis hotel

Karena pentingnya akuntansi dalam bisnis hotel, maka sangat penting bagi hotel untuk merekrut seorang atau beberapa orang akuntan guna menyelesaikan segala macam tetek bengek per-akuntansi-an dalam bisnis hotel. Manajemen hotel tidak bisa mengakomodasi hal ini karena pentingnya tenaga professional di bidang akuntansi untuk mengurus dan membuat laporan keuangan. Memang dalam pencatatan akuntansi tersebut bisa menggunakan aplikasi, namun dalam prakteknya tetap dibutuhkan tenaga professional yang terpercaya.

Berikut ini beberapa tugas akuntan dalam bisnis hotel yang terbagi dalam beberapa divisi:

  1. General cashier: bertanggung jawab dalam penerimaan dan pengeluaran hotel secara menyeluruh.
  2. Cashier outlet: bertanggung jawab dalam penerimaan dan pengeluaran hotel yang terbagi dalam beberapa outlet.
  3. Income auditor: mengoreksi hasil penjualan.
  4. Night auditor: bertanggung jawab atas pemasukan dan penjualan masing-masing outlet.
  5. Credit: bertanggung jawab dalam hal kredit yang dilakukan tamu hotel.
  6. Account receivable: mempersiapkan tagihan kepada tamu melalui agen.
  7. Account payble: bertanggung jawab atas hutang hotel kepada pihak luar.
  8. Cost control: mengendalikan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing divisi atau departemen.
  9. Personalia: mengurus upah dan gaji.
  10. EDP: bertanggungjawab dalam system informasi dan pemrosesan data hotel.
  11. Purchasing: bertanggung jawab dalam pembelian barang hotel.
  12. Storeroom: bertanggung jawab menerima barang yang dibeli hotel serta melakukan pencatatan persediaan di gudanf.
  13. Accounting: bertanggung jawab dalam menyusun laporan keuangan akhir.

 

Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam bisnis hotel diperlukan perekrutan akuntan yang profesional di bidangnya supaya pencatatan akuntansi dalam bisnis hotel tercatat dengan rapi dan baik guna penyusunan laporan keuangan perusahaan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *