Apa Itu NJOP Tanah Fungsi dan Cara Hitung

NJOP kependekan dari Nilai Jual Objek Pajak merupakan salah satu dokumen penting yang harus disiapkan ketika melakukan transaksi jual beli rumah dan tanah. Dokumen NJOP ini sangat dibutuhkan untuk proses kelancaran transaksi sekaligus untuk menghindari kerugian dari nilai jual beli objek bangunan.

Jadi sebelum mendukung kelancaran dari aksi jual beli properti. Harus ada NJOP sebagai pemahaman untuk pembeli dan penjual agar tidak mengalami kerugian. Sebelum membahasa hal lain simak dahulu apa itu NJOP ?

Pengertian NJOP – Apa itu NJOP ?

Apa itu NJOP ? NJOP merupakan harga rata-rata yang diperoleh dari nilai transaksi jual dan beli bangunan dalam hal yang wajar. Jika belum adanya transaksi jual beli pada objek bangunan dan tanah maka akan digunakan dari nilai sejenis, nilai baru serta NJOP dari pengganti.

Dimana didalam NJOP sendiri memiliki jumlah harga taksiran bangunan dan tanah yang dihitung berdasarkan luas tanah serta bangunan. Dan dengan NJOP ini penjual properti mampu menaksir harga perkiraan nilai ril dari tanah dan bangunan yang ingin dijual.

Dan bagi pemilik NJOP juga diwajibkan untuk membayar nilai pajak tiap tahunnya. Untuk pembayaran sendiri sangat mudah bisadilakukan lewat minimarket, kantor kecamatan dengan sistem mobil keliling pajak, dan transfer atm.

Untuk yang bisa menentukan nilai NJOP adalah surat keputusan kepala daerah yakni dari Bupati atau Walikota.

NJOP tanah

Manfaat NJOP

NJOP memiliki manfaat untuk mengetahui dana dan juga pajak tertangguh yang harus dibayarkan pada saat transaksi jual beli tanah dan bangunan. Harga terendah dari properti juga bisa ditentukan dari nilai NJOP. Dan juga harga apakah properti tersebut terlalu mahal atau tidak bisa dilihat dari NJOP.

Jadi sebelum membeli rumah yang ditawarkan, lakukan perhitungan terlebih dahulu untuk nilai dari properti tersebut. Jika terlalu mahal bisa lihat lokasi dari strategisnya sebagai nilai acuan dari properti.

Baca lainnyaCara Membuat Akta Jual Beli Tanah (AJB)

Bagaimana menentukan NJOP

NJOP akan berubah-ubah tergantung dari nilai jual tanah dan bangunan di lokasi tersebut. Jika bebas banjir dan juga pembangunan perekonomiannya pesat tentu nilai NJOP semakin tinggi. Selain itu strategis dari lokasi juga mempengaruhi nilai dari objek tanah dan bangunan tersebut.

Seperti adanya kawasan mall, jalan tol, sekolah pendidikan dan juga rumah sakit. Jika dahulunya nilai NJOP hanya sebesar 100 ribu per meter persegi, jika terdapat lokasi strategis serta pembangunan yang massiv daerah tersebut. Nilai NJOP bisa naik hingga 2 jt per meter persegi dan bahkan bisa lebih dari itu.

NJOP sendiri juga sudah ditetapkan nilainya akan ada perubahan minimal 3 tahun sekali oleh Mentri Keuangan Republik Indonesia. Namun jika kota yang besar, pembangunan yang terus menerus seperti DKI Jakarta nilai dari NJOP akan di update setahun sekali.

Pastikan untuk membayar pajak setiap tahunnya dan jangan sampai telat untuk membayar pajak NJOP.

Lalu bagaimana cara menentukan nilai per meter dari NJOP ?

Untuk mengetahui nilai permeter dari lokasi tanah dan bangunan yang ingin diperjual belikan bisa datang ke kantor kecamatan. Atau bisa mengecek melalui NJOP online web tergantung dari lokasi masing-masing lokasi Anda.

Perhitungan NJOP tanah dan bangunan

Bagi yang ingin menjual rumah, bisa melihat harga pasaran dari lokasi dikawasan tersebut.

Selain itu juga bisa menentukan harga suatu properti berdasarkan NJOP. Untuk menghitung berdasarkan NJOP berikut langkah-langkahnya:

  1. Mencari tau mengenai NJOP permeter tanah dan bangunan dilokasi tersebut
  2. Menghitung luas tanah dan juga bangunan

Untuk rumusan mencari NJOP permeter menggunakan rumus:

  1. Menghitung nilai total harga tanah = luas tanah keseluruhan x NJOP per meter tanah
  2. Menghitung harga bangunan = luas bangunan keseluruhan x NJOP per meter bangunan
  3. Nilai juam properti = Nilai harga total tanah + Nilai harga total bangunan

Untuk gambarannya disimulasikan sebagai berikut:

  • Luas tanah sebesar 100 meter persegi
  • Luas bangunan sebesar 70 meter persegi
  • NJOP dari tanah Rp 2 juta per meter persegi
  • NJOP dari bangunan Rp 3 juta per meter persegi

Maka perhitungannya nilai asli properti sebagai berikut:

Total harga tanah: 100 x Rp. 2 juta = Rp. 200 juta

Total harga bangunan: 70 x Rp. 3 juta = Rp 210 juta

Nilai jual properti: Rp. 200 juta + Rp. 210 juta = Rp. 410 juta

Maka dapat disimpulkan bahwa harga bangunan tersebut memiliki nilai harga Rp. 410 juta

Kelebihan dan kekurangan NJOP

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan nilai NJOP bagi sisi pembeli dan penjual diantaranya sebagai berikut:

Kelebihan:

  • Menjadi nilai acuan untuk mengetahui nilai properti
  • Nilai NJOP yang menentukan dari kepala daerah

Kekurangan:

  • Harga dan presentase nilai properti terkadang tidak mencerminkan dari nilai NJOP aslinya terlebih lagi jika di daerah stratgegis banyak dijumpai 2x – 10 x dari nilai NJOP aslinya

Kesimpulan

NJOP sangat berguna untuk melihat harga asli, menghitung nilai wajar dari properti dan sebagai pembayaran pajak tahunan. Dan juga NJOP akan dipakai untuk penerbitan syarat sertifikat hak rumah dan bangunan dengan melampirkan bukti pembayaran dari NJOP, semoga artikel dari apa itu NJOP akan membantumu dalam memutuskan dan mengurus dokumen properti penting ini.