7 Perbedaan Rumah Komersil dan Subsidi yang Wajib Anda Ketahui

Memiliki rumah tentu menjadi impian bagi setiap orang, dimana belakangan ini pemilihan rumah sangat kental dikaitkan antara rumah komersil dan rumah subsidi. Lalu Apa perbedaan rumah komersil dan subsidi ?

Perbedaan Rumah Komersil dan Subsidi

Dalam pemahaman singkat yang beredar di masyarakat sekarang adalah rumah subsidi sangat erat kaitannya dengan harga rumah yang murah dibandingkan dengan harga rumah komersil.

Dan hal tersebut benar adanya, dimana masyarakat yang ingin membeli rumah memiliki opsi tambahan yakni rumah subsidi dengan harga murah bagi yang ingin memiliki rumah impian tetapi memiliki dana yang terbatas atau memiliki penghasilan yang pas-pasan.

Namun apabila dibahas lebih dalam, rumah subsidi dan rumah komersil dibedakan atas kebutuhan dan peruntukannya. Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, perumahan subsidi adalah hunian yang dibangun dengan harga terjangkau bagi Masyarakat Menengah Bawah atau MBR.

Proses pembeliannya pun mendapatkan subsidi atau bantuan langsung dari pemerintah sehingga alasan tersebut menjadi dasar mengapa rumah subsidi memiliki harga yang lebih murah. Sedangkan untuk rumah komersil adalah hunian yang dibangun untuk masyarakat umum dengan tujuan perdagangan atau mencari untung.

Untuk lebih jelasnya, berikut 7 perbedaan rumah komersil dan subsidi yang wajib anda ketahui sebagai berikut :

Perbedaan Rumah Komersil dan Subsidi

Harga

Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, adapun perbedaan yang paling mencolok adalah adanya perbedaan harga yang lebih murah untuk rumah subsidi dibandingkan hargar rumah komersil. Dimana pada umumnya rumah subsidi memiliki harga yang murah dan terjangkau yakni berkisar antara Rp120 juta hingga Rp220 juta saja.

Harga tersebut tentu sudah termasuk dari adanya bantuan pembiayaan dari pemerintah dalam pembelian rumah tersebut sehingga harga bisa ditekan lebih murah.

Terdapat empat jenis bantuan pembiayaan dalam pembelian rumah subsidi :

  • Fasilitas Likuiditas Pembiayaan perumahan (FLPP) atau KPR subsidi
  • Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM)
  • Tabungan Perumahan Rakyat (program Tapera)
  • Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT),

Sedangkan untuk rumah komersil memiliki harga yang bervarias tergantung besarnya anggaran untuk membeli rumah. Harganya pun berdasarkan berbagai macam faktor seperti tipe unit rumah, lokasi yang strategis, dimana semakin besar tipe rumah dan semakin strategis lokasi rumah harganya pun akan semakin tinggi.

Peruntukan

Selanjutnya adalah perbedaan peruntukan untuk siapa rumah subsidi. Rumah subsidi memiliki harga murah dan dibantu oleh pemerintah karena rumah subsidi merupakan hunian yang dikhususkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah untuk bisa memiliki rumah.

Karena alasan tersebut, dalam membeli rumah subsidi memiliki persyaratan yang tidak bisa di beli oleh semua orang, seperti hanya untuk masyarakat yang memiliki penghasilan kurang dari Rp8 juta per bulan

Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No.20/PRT/M/2019, tentang Kemudahan dan Bantuan Pemilikan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Sedangkan rumah komersil, seperti yang telah dijelaskan, diperuntukan bagi masyarakat umum dan semua kalangan yang mampu untuk membelinya. Dimana tidak ada campur tangan pemerintah dalam urusan harga dan bantuan.

Tipe Unit

Pada umumnya, tipe rumah subsidi dibatasi oleh pilihan tipe unit yang terbatas yakni dari tipe 21 hingga 36, dimana jelas bantuan pemerintah hanya untuk rumah yang sederhana serta untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Sedangkan rumah komersil tidak memiliki batasan tipe unit, dimana semakin besar tipe rumah maka semakin tinggi harga jualnya.

Lokasi

Pada umumnya rumah subdisi dibangun di lokasi yang kurang strategis seperti jauh dari pusat kota dengan fasilitas umum yang terbatas.

Berbeda dengan rumah komersil, dimana pada umumnya berada di daerah yang dekat dengan pusat kota, atau berada di area yang dikelilingi berbagai fasilitas umum dan infrastruktur publik.

Spesifikasi

Untuk spesifikasi, perbedaan antara rumah subsidi dan komersil tidak terlalu berbeda, dimana kedua tipe rumah tersebut sama-sama memiliki ruang tamu, ruang tengah, dapur, ruang makan, dan kamar mandi.

Tetapi tentu tetap memiliki perbedaan dari luas lahan dan bangunan dimana rumah subsidi merupakan rumah sederhana dengan segala keterbatasannya. Sedangkan untuk rumah komersil, spesifikasi rumah tentu beragam dan variasi tergantung luas, tipe serta harga rumah.

Material

Dengan adanya bantuan pemerintah dalam menetapkan harga murah pada rumah subsidi, penggunaan material dalam proses pembangunan rumah subsidi pun memiliki aturan dari pemerintah. Mulai dari pembuatan struktur hingga finishing bangunan rumah subsidi, semua diatur oleh pemerintah.

Sedangkan untuk rumah komersial tentu bebas menggunakan material bangunan apapun, tergantung selera dan daya beli masyarakat.

Renovasi

Dan perbedaan terakhir adalah dalam urusan renovasi, dimana renovasi rumah subsidi juga memiliki aturan yang sudah ditetapkan pemerintah dan harus diikuti oleh pemilik rumah.

Melakukan renovasi rumah subsidi dalam skala besar, seperti mengubah fasad hingga membuat bangunan bertingkat, baru bisa dilakukan setelah masa kredit berjalan selama 5 tahun atau lebih. Namun untuk renovasi skala kecil, seperti memperbaiki kekurangan atau kerusakan bangunan, hingga mengganti warna cat, bisa dilakukan meski masa kredit belum berjalan 5 tahun.

Sekian informasi mengenai 7 perbedaan rumah komersil dan subsidi yang wajib anda ketahui. Jadi apakah anda sudah mengetahui pilihan rumah yang pas untuk anda dan keluarga. Rumah subsidi dengan segala keterbatasannya tetapi memiliki harga yang murah dan terjangkau, atau rumah komersil yang memiliki kebebasan serta memiliki banyak kelebihan lainnya ? Semoga berguna dan bermanfaat.