Tips Cara Menghitung Biaya Listrik di Rumah yang Benar

asriland.com – Listrik merupakan salah satu kebutuhan “wajib” untuk setiap rumah untuk lampu, alat-alat eletronik, dan lain sebagainya. Dengan biaya rutin setiap bulan untuk tagihan listrik, sudah sepatutnya anda mengetahui cara menghitung biaya listrik di rumah dengan benar.

Cara Menghitung Biaya Listrik

Dengan mengetahui cara menghitung biaya listrik dirumah, anda pun bisa memiliki gambaran mengenai biaya listrik yang akan anda bayarkan. Selain itu itu anda bisa mengontrol penggunaan listrik anda dirumah sesuai kebutuhan agar tagihan listrik anda perbulan tetap aman dan tidak menguras kantong anda.

Anda bisa mulai memperkirakan pengeluaran listrik rumah anda dari televisi, kulkas, lampu, pompa air, AC, serta ponsel secara keseluruhan. Terlihat sepele, tapi sangat penting dalam hal mengatur pengeluaran bulanan anda nantinya.

Lalu bagaimana cara menghitung biaya listrik selama setiap bulan? Berikut cara yang bisa anda lakukan dengan mudah dan tanpa ribet, simak penjelasannya sebagai berikut :

Cara Menghitung Biaya Listrik di Rumah yang Benar

1. Memeriksa Golongan Listrik Rumah Anda

Hal yang pertama sebelum mengetahui cara menghitung biaya listrik di rumah adalah dengan mengetahui terlebih dahulu golongan listrik dirumah Anda. Sebab, di Indonesia pelanggan listrik dibedakan menjadi beberapa macam yang dapat anda simak sebagai berikut :

Apabila merujuk pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 28 tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PLN, maka terdapat tiga tipe listrik untuk golongan rumah tangga, yaitu

  • Golongan RT kecil tegangan rendah, yakni listrik berdaya 450 VA, 900 VA, dan 900 VA.
  • Golongan RT menengah tegangan rendah, yakni daya 3.500 VA sampai 5.500 VA.
  • Golongan RT besar tegangan rendah, yakni berdaya 6.600 VA ke atas.

2. Ketahui Tarif per Kilo Watt Hour

Selanjutnya untuk mengetahui berapa besar listik dirumah anda adalah mengetahui tarif listrik sesuai golongan. Adapun listrik untuk pelanggan non-subsidi dengan Tegangan Rendah (TR), tarifnya ialah Rp 1.467,28/kWh. Golongan ini meliputi pelanggan berdaya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA, 5.500 VA, dan lebih dari 6.600 VA.

Sedangkan, bagi pelanggan rumah tangga 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM), tarifnya ialah Rp 1.352/kWh. Akan tetapi perlu ingat, bahwa tarif ini bisa berubah sesuai keputusan pemerintah. Untuk itu anda perlu cermat dalam menghitung biaya listrik dan pastikan hitungan anda sesuai dengan tarif listrik yang masih berlaku atau tidak.

3. Cek dan Catat Peralatan Elektronik

Kemudian, setelah anda mengetahui golongan dan tarifnya, cara menghitung biaya listrik bulanan rumah tangga berikutnya adalah mengcek serta mencatat seluruh konsumsi listrik peralatan elektronik dirumah anda.

Seperti apabila anda memiliki satu buah kulkas berdaya 350 watt, mesin cuci 350 watt, setrika 300 watt, AC 800 watt, TV 100 watt, serta 5 lampu berdaya masing-masing 10 watt.

Hal ini ditujukan untuk mengetahui rincian penggunaan listrik secara mendetail. Sehingga, perhitungan biaya listrik yang anda lakukan tidak meleset dan dapat memperoleh hasil yang tepat.

4. Estimasikan Penggunaan Listrik

Apabila setiap peralatan elektronik telah diketahui konsumsi listriknya, maka anda bisa mulai mengestimasikan keseluruhan barang tersebut. Sebelum itu, perlu diketahui bahwa kebutuhan listrik setiap alat berbeda-beda lantaran berbagai faktor, yakni :

Pertama, karena penggunaan daya listriknya yang tidak sama.

Kedua, konsumsi listrik yang bisa statis atau dinamis. Seperti, konsumsi listrik lampu bersifat statis karena kebutuhan listriknya tetap ketika menyala. Berbeda dengan penanak nasi yang konsumsi listriknya dapat mencapai 300 watt saat digunakan. Namun, apabila dipakai untuk menghangatkan makanan, maka Anda hanya butuh listrik 45 watt.

Ketiga ialah faktor jangka waktu suatu alat dinyalakan setiap harinya. Sebagai contoh, 5 lampu berdaya 10 watt dengan tegangan 1.300 VA. Lampu ini konsumsi listriknya bersifat statis dan digunakan setiap hari selama 12 jam.

Sehingga, cara menghitung biaya listrik selama 1 bulan untuk lampu tersebut ialah sebagai berikut.

5 lampu x 10 watt x 12 jam = 600 watt/hari

Sedangkan untuk peralatan elektronik yang konsumsi listriknya dinamis, lebih kompleks menghitungnya karena perlu dicermati rata-rata jangka waktu penggunaannya. Jika Anda sudah mengetahui cara perhitungannya, maka kemudian coba estimasikan keseluruhan penggunaan listrik. Berikut contohnya sebagai berikut :

Mesin cuci berdaya 350 watt rata-rata penggunaan harian ialah 1 jam, maka estimasi penggunaannya ialah 1 item x 350 watt x 1 jam = 350 watt/hari.

Setrika berdaya 300 watt dengan rata-rata 1 jam per hari, maka estimasinya ialah 1 item x 300 watt x 1 jam = 300 watt/hari.

Kulkas berdaya 350 watt dan digunakan selama 24 jam, maka estimasinya ialah 1 item x 350 watt x 24 jam = 8.400 watt/hari.

AC berdaya 800 watt dengan rata-rata 11 jam per hari, maka estimasinya ialah 1 item x 800 watt x 11 jam = 8.800 watt/hari.

TV berdaya 100 watt dengan rata-rata 4 jam per hari, maka estimasinya ialah 1 item x 100 watt x 4 jam = 400 watt/hari.

5. Menghitung Total Biaya Listrik

Apabila estimasi perhitungan telah anda ketahui, maka cara menghitung biaya listrik selama 1 bulan yang terakhir adalah menyelesaikan seluruh perhitungan di atas sebagai berikut berikut.

600 watt + 8400 watt + 350 watt + 300 watt + 8.800 watt + 400 watt = 18.850 watt/hari.

18.850 watt x 30 hari = 565.500 watt/bulan.

Kemudian rubah satuan watt tersebut menjadi KWh atau kilowatt per hour dengan cara membagi 1000 totalan tersebut.

565.500 watt : 1000 = 565,5 KWh/bulan

Setelah mengetahui jumlah konsumsi listrik bulanan dalam satuan KWh seperti di atas, maka Anda tinggal mengalikannya dengan tarif dasar listrik sesuai golongan rumah anda, yakni Rp1.467,28.

565,5 KWh x Rp1.467,28 = Rp829.746,84

Maka, jumlah total biaya listrik bulanan rumah tangga Anda ialah Rp829.746,84.

Sekian informasi mengenai cara menghitung biaya listrik di rumah dengan benar dimana tentu anda akan bisa mengontrol sendiri pengeluaran listrik bulanan anda setelah mengetahui dasar perhitungan listrik yang kami sebutkan diatas.