Syarat Mengajukan KPR BRI, Begini Hitungan Bunga dan Caranya

asriland.com – Memiliki rumah dengan sistem KPR bisa menjadi solusi cepat dalam membeli rumah dengan keuangan yang pas-pasan dan tidak bisa membeli rumah secara tunai. Adapun salah satu penyalur KPR yang paling banyak diminati adalah KPR BRI. Begini syarat mengajukan KPR BRI yang perlu anda ketahui.

Bagi anda yang ingin memiliki hunian berupa rumah tapak, apartemen, condotel, rukan, dan ruko, anda bisa mencoba mengajukan KPR BRI, dimana BRI siap melayani pembelian tersebut dengan KPR.

Selain itu, KPR BRI juga bisa anda gunakan untuk pembelian baru, bekas, renovasi, refinancing, top up, pembangunan, atau take over dari bank lain, dengan suku bunga efektif yang dikenakan KPR BRI 2022 adalah sebesar 5 persen.

Syarat Mengajukan KPR BRI

Bagi anda yang mau mengajukan KPR di BRI, maka tentu ada syarat mengajukan KPR BRI yang harus anda penuhi agar proses pengajuan lancar sesuai keinginan anda. Berikut syarat-syaratnya yang bisa anda simak sebagai berikut.

Syarat Mengajukan KPR BRI

  • Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah
  • Membuka rekening BRItama
  • Mengisi formulir aplikasi KPR BRI
  • Lokasi tempat tinggal, bekerja, usaha, atau praktek nasabah ada di kota di mana kantor cabang BRI berada
  • Mempersiapkan dokumen berupa fotokopi KTP, Kartu Keluarga, NPWP, pas foto pasangan terbaru, dan surat keterangan gaji

Jenis-Jenis KPR BRI

Sebelum mengajukan KPR BRI, anda perlu mengetahui dua jenis penawaran yang bergantung pada profile nasabah yang bisa anda simak dibawah ini

1. KPR BRI Subsidi

KPR BRI merupakan layanan kredit perorangan dari Bank BRI yang bertujuan mempermudah seseorang untuk memiliki rumah idaman mereka walaupun berpenghasilan rendah. Sebab itu, syarat untuk mendapatkan KPR subsidi ini, calon nasabah diharuskan masuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

Nantinya nasabah KPR BRI Subsidi berhak memiliki besar bunga yang berbeda sesuai dengan program dan kebijakan dari pemerintah.

2. KPR Non Subsidi

Layanan KPR ini lebih diutamakan untuk kalangan yang bukan termasuk ke dalam masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

KPR ini memiliki ketentuan bunga floating yang berlaku sebesar 6,5% (fixed 1 tahun pertama) dan 9,5% (fixed 3 tahun pertama) untuk masa tenor hingga 20 tahun.

Suku Bunga KPR BRI

Saat ini BRI memberikan penawaran program KPR yang cukup menarik dengan bunga flat sebesar 6,5% untuk 1 tahun pertama. Selain itu, ada juga promo KPR BRI dengan bunga flat 9,5 % untuk 3 tahun pertama. Untuk selanjutnya akan mengikuti suku bunga floating sesuai suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Keunggulan KPR BRI adalah memiliki masa tenor panjang hingga 20 tahun. Hal ini bisa menjadi pilihan yang menarik bagi nasabah supaya bisa lebih fleksibel untuk mengatur cicilan per bulan. Tak hanya itu, KPR BRI juga menerapkan biaya kredit yang ringan sehingga tidak akan membebani nasabahnya.

Tak perlu khawatir, nasabah KPR BRI juga mendapatkan asuransi. Proses KPR BRI pun bisa dibilang cepat. Sebagai nasabah, hanya perlu menyiapkan dokumen persyaratan KPR dan kemudian nantinya dalam hitungan hari akan diketahui apakan pengajuan KPR disetujui atau tidak.

Biaya KPR BRI Terbaru

Bagi anda yang ingin mengajukan permohonan KPR ke bank BRI, maka anda perlu tahu juga dimana terdapat beberapa biaya lain yang harus anda bayarkan sebagai berikut.

  • Biaya provisi sebesar 1% dari total dari pinjaman. Perlu anda ketahui, biaya provisi merupakan biaya yang dibayarkan ke bank sebagai balas jasa karena pengajuan kredit atau KPR disetujui. Biasanya biaya ini otomatis dipotong dari jumlah pinjaman yang didapatkan. Biaya administrasi 0,1% dari total pinjaman yang telah disetujui
  • Biaya akad KPR lainnya yang harus dibayarkan adalah asuransi jiwa. Hal ini dibutuhkan, untuk memproteksi keluarga nasabah apabila sewaktu-waktu mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia. Besaran premi asuransi jiwa ini tergantung dengan umur dan kondisi kesehatan nasabah. Biayanya akan semakin mahal jika umur nasabah melewati batas. Untuk biaya resminya tergantung masing-masing bank, karena ada juga bank yang tidak mewajibkan pembayaran asuransi jiwa.
  • Biaya APHT Jaminan. Dalam biaya ini, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) bisa dibilang sebagai jaminan pelunasan utang antara pihak bank dan nasabah, berdasarkan persyaratan dan ketentuan pemberian Hak Tanggungan. Biaya pembuatan APHT bervariasi, hal ini biasanya berpatok pada konvensi 0,25 persen dari 125 persen nilai kredit.
  • Biaya notaris-perjanjian kredit. Perlu diketahui, rincian biaya notaris biasanya sendiri terpisah dengan biaya balik nama maupun pajak penjual dan pembeli. Dalam pengikatan kredit melalui notaris, dana yang dibebankan sesuai dengan rate kerjasama antara bank dan notaris.

Simulasi Cicilan KPR BRI

Mau tahu simulasi mengenai besaran DP, cicilan, dan bunga KPR BRI, anda bisa simak contoh simulasinya sebagai berikut.

Sebagai contoh, apabila anda ingin membeli rumah dengan harga Rp600 juta dengan rencana mengambil kredit KPR BRI dengan tenor selama 15 tahun. Dengan asumsi uang muka yang diperlukan dalam pemberian rumah adalah 30 persen.

Maka untuk DP atau down payment yang perlu anda bayarkan adalah Rp180 juta. Jadi sisa plafon pinjaman anda adalah Rp420 juta. Dengan bunga 6,5% untuk tahun pertama, maka perkiraan cicilan per bulan pada tahun pertama anda adalah sekitar Rp 3.321.333,23.

Sekian informasi memgenai syarat mengajukan KPR BRI beserta simulasi serta biaya-biaya lainnya yang harus anda bayarkan. Semoga berguna dan bermanfaat bagi anda yang mencari referensi mengenai pengajuan KPR di BRI.