Cara Membangun Rumah di Tanah Gerak

Cara membangun rumah di tanah gerak kamu bisa menggunakan teknik ini agar bangunan tidak mudah retak dan roboh.

Di mana dalam menentukan pembangunan khususnya di tanah yang bergerak memang memiliki resiko yang lebih tinggi dan harus diperhatikan betul.

Jangan sampai kesalahan dalam pembangunan teknis dalam penentuan pembangunan malah membuat pondasi rumah malah menjadi retak.

Dalam membangun rumah di tanah yang bergak hal yang paling penting untuk pertama kali diperhatikan adalah posisi pondasi.

Pondasi harus memenuhi standar terutama pada model ceker ayam yang digunakan. Pastikan pondasi ceker ayam ini di pasang dalam dengan ukuran 1 meter agar tidak mudah goyah dalam stuktur bangunan.

Kondisi ceker ayam ini memang peran penting tanah yang gerak , lembek berlumpur dan sebagainya. Apalagi denah rumah yang dibangun berada di areal bekas rawa, lahan gambut atau bekas kolam.

Sebelum membahas cara membangun rumah di tanah gerak sebaiknya kamu ketahui bagaimana mengidentifikasi tanah bergerak.

Mengidentifikasi tanah yang bergerak

Mengidentifikasi tanah yang bergerak

Untuk mengetaui apakah tanah tersebut bergerak atau tidak kamu bisa melakukannya dengan cara ini. Di mana untuk mengetahui tanah bergerak bisa di ketahui lembek tidaknya permukaan tanah,

Untuk tanah yang lembek biasanya dapat diketahui pada musim penghujan. Yang mana air dan tanah seperti gumpalan dan menyatu tidak begitu menyerap.

Dan sedangkan di musim panas panjang atau kemarau justru sebaliknya. Tanah mengalami retak-retak yang cukup lebar antara 10cm sampai 15cm.

Jika terjadi di daerah yang cukup panas bisa mencapai lebih dari 50 cm untuk luas keretakannya.

Apabila tanah yang kamu gunakan memiliki ciri seperti ini patut untuk waspada dan membuat pondaso atau ceker ayam yang kuat saat membangun atau melakukan renovasi rumah.

Lalu bagaimana kamu bisa membangun rumah di atas tanah yang bergerak? Simak cara amannya dibawah ini. Agar penghungi di dalamnya selamat dan selalu aman terlindungi.

Cara membangun rumah di tanah yang bergerak

Untuk membangun rumah di tanah yang bergerak hal pertama adalah persiapkan ceker ayam yang memiliki jea dari masing-masing pondasi yakni berjarak 3 meter.

Di mana berguna untuk mendapatkan posisi bangunan yang kuat untuk menahan keseluruhan dari rumah. Untuk posisi ceker ayam bisa menggunakan 1,5m x 1,5m dan ketebalan 25cm+.

Semakin tebal dari ceker ayam maka semakin bagus untuk menahan keseluruhan berat dari rumah.

Untuk membangun ceker ayam paling minimal kamu bisa menugkur kedalaman di angka 1 meter untuk jenis rumah yang minimalis. jika rumah yang kamu bangun lebih dari 100m untuk ukuran luas bisa menggunakan kedalaman antara 1,5m hingga 2m.

Pastikan untuk melakukan cor seperti batu, krikil,pasir dan semen gunakan yang berkualitas baik dan diamkan selama 2-3 hari untuk mendapatkan kondisi yang benar-benar kering dan kuat.

Kamu bisa menggunakan besi sekitar di atas 8mm untuk rumah 1 lantai. Namun jika ingin amanya untuk luas bangunan 100m lebih bisa menggunkan diameter 12-13mm.

Sebab semakin besar dari bangunan yang digunakan, maka beban yang harus ditopang dalam pondasi tersebut juga harus kuat.

Pastikan kamu melakukan pencetakan tiang di awal-awal fase dan setelah beberapa hari lakukan dengan melanjutkan posisi tiang. Apalagi jika kamu membangun untuk rumah 2 lantai.

Untuk pemilihan semen cor-coran kamu bisa mencari yang bisa mengering dalam waktu 6 jam+. Selain itu untuk adonan yang digunakan bisa menggunakan teknik campuran 1 semen 2 splite dan 3 pasir agar lebih kuat.

Jika ingin lebih kuat lagi bisa skema 2:2:3 yakni (semen/ splite/ pasir). Selain itu untuk plester dinding bisa menggunakan 1 semen 3 pasir untuk idealnya membangun di atas tanah yang bergerak.

Pastikan di saat mengaduk jangan menggerakan secara terburu-buru. Kamu bisa melakukan adukan yang merata sehingga efek dari pengeratnya harus kuat.

Jika kamu mengaduk scara asal-asalan adonan di dalamnya membuat pengerat tidak begitu merata. Hal inilah yang bisa menyebabkan retak-retak dikemudian hari.

Untuk air bisa menggunakan secukupnya dan jika ingin yang lebih baik. kamu bisa menggunakan mesin adukan khusus agar dapat di bolak balik secara merata untuk menyeluruh.

Misalnya saja kamu ingin membangun rumah 2 lantai dengan luas 80m. Untuk pondasi ceker ayam yang baik kamu bisa membuat sejumlah minimal 12 buah. Di mana ini merupakan yang ideal untuk menopang tanah yang bergerak.

Selain itu jumlah pondasi biasanya di ikuti dengan jumlah banyaknya ruangan. Semakin banyak ruangan tentu membutuhkan pondasi yang banyak juga untuk menopang dinding-dinding dari masing ruangan.

Untuk jenis bata kamu lebih baik menggunakan bata merah yang memang terbilang cukup baik dari pada habel. Pastikan saat pemasangan bata untuk adonan wajibkan memiliki pengerat yang cukup baik agar tidak retak.

Kesimpulan

Itulah cara membangun rumah di tanah gerak yang bisa kamu jadikan referensi dirumah. Di mana kebutuhan budget juga harus kamu perhitungkan matang-matang. Sebab untuk kebutuhan adonan bahan material seperti pasir, krikil dan semen di tanah bergerak harus jauh lebih kuat.

Dan jika kamu baru ingin membeli di rumah bergerak pastikan memikirkan matang-matang untuk jangka panjang kedepannya.