Begini Tips Membeli Rumah Inden, Berikut Hal yang Harus Anda Hindari

asriland.com – Memiliki rumah sendiri tentu menjadi idaman bagi setiap keluarga, dimana terdapat beberapa macam cara membeli rumah yang bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anda. Adapun salah satu pilihan adalah membeli rumah dengan skema KPR Inden.

Membeli rumah dengan cara skema KPR inden sedikit berbeda dengan membeli rumah dengan KPR biasa. Apa perbedaannya? agar lebih jelasnya, anda harus mengetahui terlebih dahulu mengenai apa itu KPR Inden?

Sekedar informasi, KPR inden adalah sistem perkreditan rumah dimana rumah yang akan anda beli belum jadi alias belum dibangun. Pada posisi ini, anda sebagai pembeli hanya melihat bentuk rumah contoh beserta dengan denah dan maket mengenai rumah anda nantinya ketika selesai dibangun.

Dan apabila anda setuju setelah melihat dan mendengarkan penjelasan developer, maka proses KPR pun bisa dimulai dan developer akan mulai membangun rumah anda seperti yang dijanjikan dalam tenggat waktu yang telah disetujui antara anda, dan pihak developer. Pada umumnya, pembeli diharuskan membayar uang tanda jadi dan uang muka yang besarnya sekitar 10-20% dari seluruh biaya rumah dan transaksi dengan pihak pengembang.

Dengan penjelasan diatas, tentunya anda telah memiliki gambaran mengenai apa itu KPR inden dan pasti anda menyetujui bahwa membeli rumah dengan KPR Inden membutuhkan strategi dan cara berbeda karena rumah yang akan anda beli, belum jadi atau belum nyata secara “fisik”.

Lalu apa saja kentungan dan kerugian membeli rumah secara KPR inden? Simak pembahasannya sebagai berikut.

Tips Membeli Rumah Inden

Keuntungan Membeli Rumah Inden

Cara membeli rumah yang belum memiliki fisik alias belum jadi, bisa sedikit mengkhawatirkan karena anda akan mengeluarkan dana yang tentunya tidak sedikit untuk sebuah rumah yang masih “dijanjikan”. Namun diluar kekhawatiran anda, berikut bebeberapa keuntungan membeli rumah inden sebagai berikut.

Mendapatkan Harga yang Lebih Murah

Harga rumah yang tinggi dan selalu naik dari waktu ke waktu kadang membuat banyak orang mempertimbangkan untuk menunda membeli rumah terlebih dahulu. Namun dengan membeli rumah secara inden, biasanya memiliki harga yang jauh lebih murah mengingat rumahnya masih dalam tahap perencanaan alias belum jadi. Tentu berbeda ceritanya apabila rumah yang sudah jadi dengan harga jual tinggi.

Dengan harga jual rumah inden yang jauh lebih murah, tentunya akan membuat DP dan angsuran KPR anda menjadi lebih ringan setiap bulannya.

Bisa Request Desain Rumah Sesuai keinginan

Karena rumah yang akan dibeli belum jadi, maka anda memiliki kesempatan untuk melakukan permintaan memilih desain rumah sesuai dengan keinginan anda. Selain itu, anda juga bisa memanfaatkan jasa layanan desain atau arsitek rumah untuk mengerjakan desain rumah sesuai keinginan anda.

Risiko Membeli Rumah Inden

Setelah membahas kelebihan rumah inden, sekarang kita akan membahas kekhawatiran anda dalam membeli rumah inden sebelumnya, dimana ada beberapa kasus pengembang yang “nakal” dan melakukan kecurangan, atau tidak mengikuti perjanjian awal. Berikut beberapa risikonya yang bisa anda simak sebagai berikut.

Developer Kabur

Risiko pertama dan paling parah adalah ada risiko develepor kabur sebelum rumah selesai dikerjakan dan memiliki banyak alasan, seperti alasan bangkrut, sementara pengurusan lahan, dan alasan lainnya. Itulah pentingnya agar anda cermat dan mempelajari developer tersebut sebelum memutuskan membeli rumah inden.

Legalitas Lahan Area Perumahan

Kasus ini banyak terjadi pada pemiliki rumah inden, dimana terjadi masalah dan sengketa lahan pada area rumah atau perumahan. Maka dari itu sebaiknya anda memastikan legalitas tanah yang akan dijanjikan untuk pembangunan rumah nantinya.

Anda bisa meminta bukti surat atau sertifikat tanah kepada pengembang sebelum melakukan transaksi agar anda merasa lebih aman dan tidak timbul masalah kedepannya.

Spesifikasi Rumah Tidak Sesuai Perjanjian

Ada juga pengembang yang membangun rumah yang spesifikasinya jauh berbeda dengan contoh yang diberikan pada awal negosiasi, baik itu dari model rumah, luas, bahan bangunan, denah rumah dan sebagainya. Akibatnya, pembeli akan merasa kecewa dan merasa dirugikan.

Rumah Terlambat Selesai Dibangun

Risiko membeli rumah inden terakhir yang juga paling terjadi adalah dimana pihak pengembang memakan waktu lebih lama dalam membangun rumah dan melewati waktu yang telah disepakati sebelumnya. Yang mana tentunya akan merugikan pembeli, karena pembeli sudah memiliki rencana kapan rumah tersebut bisa dihuni dan mungkin telah menyiapkan berbagai fasilitas rumah untuk bisa ditempati dengan segera.

Dengan beberapa macam risiko diatas, maka dari itu penting bagi anda menggali informasi sedalam-dalamnya mengenai developer rumah inden yang akan anda pilih. Pilihlah pengembang yang memiliki riwayat bagus, terpercaya dan memiliki kondisi keuangan yang baik.

Untuk lebih amannya, anda juga dapat memasukkan persyaratan dalam PPJB atau Perjanjian Pra Jual Beli yang disahkan notaris untuk berjaga-jaga apabila dikemudian hari pengembang rumah anda tidak menepati janjinya.

Sekian informasi mengenai tips membeli rumah inden, semoga berguna dan bermanfaat. Terima kasih.