Mengenal Siklus Investasi Properti Agar Tidak Terjebak

Setiap bisnis tentunya memiliki pasang dan surut apalagi berbicara mengenai investasi, salah satunya adalah siklus investasi properti yang sering dihadapi oleh banyak kalangan investor sektor ini.

Tentunya investor properti ingin selalu mendapatkan hasil yang maksimal dari pembelian yang dilakukan diawal dan dijual kembali kemudian hari. Nyatanya jika salah langkah malah membuat rugi dari hasil investasi yang di hasilkan.

Mungkin orang akan beranggapan bahwa investasi di properti tidaklah rugi, nyatanya? Masih banyak sektor properti yang bisa menyebabkan kerugian.

Dan tidak sedikit orang membanding-bandingkan investasi properti antara jenis yang satu dengan jenis yang lainnya.

Siklus investasi properti terbaik

Siklus investasi properti terbaik

Namun ada cara yang bisa membuat kamu tidak terjebak di siklus investasi properti yang ada.

Kamu harus mensiasati bagaimana melakukan investasi properti yang baik untuk kedepannya.

Ada jenis investasi yang berbeda yakni jual beli dan persewaan. Di mana di dalam properti masing-masing memiliki kelebihan dan keuntungannya sendiri termasuk dari resiko yang harus dihadapinya.

Perlu diketahui untuk jenis investasi properti yang ada saat ini berupa rumah, tanah, bangunan dan juga apartemen. Dari diantara ke 4 hal tersebut jika kita levelingkan untuk yang teraman adalah tanah, rumah, gedung lalu diikuti high risk apartemen.

Mengapa apartemen termasuk siklus investasi high risk? Salah satunya jika terjadi kemacetan dan gagal kendala dalam membangun apartemen. Maka uang kamu akan hangus dan di Indonesia sendiri sudah banyak kejadian seperti ini.

Jika kamu ingin lebih aman bisa memilih investasi jenis tanah yang aman serta rumah yang juga terbilang cukup baik dalam melakukan jual beli maupun sewa.

Mengenai siklus investasi

Di dalam dunia investor khususnya investasi jenis properti untuk siklus ini terdapat beberapa tahapan di mana:

  • Siklus naik.
  • Siklus turun.
  • Siklus kontraksi / sideway.
  • Siklus pemulihan.

Dan fase tersebut sangat terpengaruh dari banyak faktor salah satu yang paling terbesar adalah efek ekonomi baik Indonesia maupun mancanegara.

Kamu harus memastikan kapan membeli properti yang tepat dan kapan diwaktu saat menjualnya.

Untuk tahapan pembelian biasanya akan dilakukan di fase siklus turun dan kontraksi atau sideway. Umumnya properti akan banyak diskon dan orang membutuhkan dana cepat.

Hal ini bisa ditandai dari prosesnya resesi atau faktor lainnya yang mengakibatkan perekonomian menurun contohya saja Covid 19.

Dan kamu bisa menjualnya ketika fase pemulihan dan fase kenaikan untuk mencapai target keuntungan yang maksimal.

Namun tunggu dulu untuk hal tersebut tidaklah mudah dan kamu tentu membutuhkan jam terbang yang tinggi didunia investasi properti.

Kapan yang tepat di waktu membeli?

Jika dilihat dari garis waktu kamu bisa membeli di saat proses seperti ini atau resei. Perekonomian yang resei adalah hal yang terbaik dalam membeli sektor properti.

Sebab banyak pelaku pasar yang tentunya membutuhkan uang, apalagi untuk bank yang membutuhkan dana agar tidak terkena likuiditas. Dengan adanya resesi saat ini tentu properti kebanyakan dijual dibawah harga pasaran.

Kamu bisa mendapatkan misalnya saja jika normalnya tidak resei disuatu wilayah sebut saja kota J seharga Rp 1 Milyar ketika kondisi ekonomi bagus. Namun saat resesi orang tersebut membutuhkan dana cepat dan dijual dengan harga Rp 800 juta.

Hal ini cukup umum didapatkan, sebab untuk menjual di harga nomor 1 Milyar atau bahkan diatasnya, tentunya akan snagat sulit jika dilihat dalam kondisi ekonomi yang sedang turun.

Kamu dapat memprediksi dengan melihat indeks saham properti IHSG, indeks suku bunga acuan terutama properti, indeks penganguran dan indeks daya beli masyarakat.

Dari hal tersebut akan menemukan rumusan yang terbaik kedepannya dalam menemukan pembelian properti yang sangat tepat untuk kamu.

Kapan waktu menjual yang baik?

Jika berbicara membeli waktunya kapan kamu menjual? Hal ini bisa di lakukan ketika kondisi ekonomi bagus dan suku bunga properti tidak begitu tinggi.

Hal ini biasanya banyak di manfaatkan terutama orang-orang yang ingin berinvestasi namun tidak mengerti siklus properti.

Kamu bisa memanfaatkan momen ini untuk melakukan penjualan properti dengan mendapatkan gain yang cukup tinggi mulai dari 15% hingga 25% pertahun.

Kondisi ekonomi bagus akan di topang dengan kondisi beli yang cukup buat baik dari masyarakat maupun korporat.

Semua jenis properti seperti tanah, rumah, gedung dan apartemen dalam kondisi ini akan lebih mudah dijual kepasaran dan biasnaya tidak memakan waktu yang lama 1-3 bulan saja properti tersebut bisa laku.

Namun perlu di ingat kamu harus melakukan riset-riset pasaran harga di wilayah tersebut agar kapital kain yang didapatkan maksimal.

Akhir kata

Itulah siklus investasi properti yang wajib kalian ketahui khususnya jika ingin menjadi seorang investor pemula yang baru terjun. Dengan mengetahui momen-momen seperti ini, kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan kedepannya dan properti yang kamu miliki terus bertambah.

Jika untuk pemula dan ingin mencoba mengenai siklus investasi yang benar di dunia properti. Kamu bisa mencobanya dari jenis properti yang paling murah dan mudah didapatkan.

Contohnya saja seperti tanah dan rumah yang mana akan lebih mudah ditransaksikan dan banyak peminatnya.