Jenis Suku Bunga KPR, Wajib Tau Sebelum Membeli Rumah!

Jenis suku bunga KPR wajib kamu ketehaui sebelum membeli rumah baru agar kamu mengetahui perhitungan dari pembiayaan kredit rumah. Kredit pemilikan rumah atau KPR menjadi salah satu solusi untuk mendapatkan rumah baru dari bank.

Di mana program ini melakukan angsuran biaya total dari pembelian rumah dengan tambahan bunga yang dibebankan oleh nasabah.

Tuakah kamu terdapat banyak jenis suku bunga KPR yang wajib kamu ketahui. Di mana pastikan kamu mengetahui secara detail dari masing-masing suku bunga yang ada.

Mengenal suku bunga KPR rumah

Mengenal suku bunga KPR rumah

Kredit pembiayaan yang dibebankan oleh kreditur sampai dengan pelunasan rumah dengan skema pembayaran yang diangsur setiap bulannya. Yang mana KPR ini menjadi andalan masayarakat dikarenakan kemudahan untuk mendapatkan rumah baru dari pinjaman bank.

Di Indonesia terdapat 2 jenis suku bunga yang berlaku yakni sistem dengan mengambang dan yang kedua suku bunga dengan sistem sistem tetap atau flat.

Apabila kamu membeli rumah dengan sistem KPR wajib utnuk membayar cicilan bunga bulanan yang dibebankan pada kamu dan biaya pokok.

Kamu diwajibkan mengetahui seluk beluk dari suku bunga yang nantinya agar tidak membebankan kamu ketika mencicil. Di mana tentunya wajib untuk memperhitungkan antara beban pokok supaya pengaturan keuangan setiap bulannya stabil dan tidak membebankan cicilan dari rumah.

Apalagi jika kamu mengambil sistem bunga yang mengambang, tentunya ini akan membebankan kamu kedepannya adalam melakukan pembayaran.

Untuk sistem bunga sebagai contoh yang dilakukan untuk rincian perhitungannya berikut:

Kamu membeli rumah KPR baru dengan harga Rp 200 juta, di mana kamu menggunakan KPR jenis flat dengan menggunakan bank BTN selama 10 tahun.

Di mana untuk perhitungan 10 tahun ini sama dengan 120 bulan, dengan sistem bunga bank 8% pertahun. Kamu akan membayarkan pokok KPR sebesar Rp 200 juta dan juga beban bunga selama total 10 tahun sebesar Rp 160 juta.

Jika kamu melunasinya selama 10 tahun, sama saja kamu melakukan mepembayaran sebesar Rp 360 juta. Atau setara Rp 3 juta perbulan untuk cicilannya.

Jenis suku bunga KPR

Di Indonesia memberlakukan jenis suku bunga baik fixed atau tetap dan flukuatif mengikuti acuan suku bunga rumah global.

Untuk pengertian tersebut semuanya akan diulas selengkapnya dibawah ini:

Bunga mengambang atau floating

Di mana untuk sistem ini bank menerapkan sistem bunga acuan mengikuti rate yang ditetapkan oleh BI. Yang mana bisa berubah-ubah setiap bulannya dan tidak pasti.

Bisa saja kamu pada tahun pertama memiliki suku bunga standar yakni 9% dan dibulan kedua memiliki suku bunga 13%. Hal inilah kenapa suku bunga floating ini harus diperhitungkan dengan berbagai aspek terutama kondisi ekonomi Indonesia dan kesiapan finansial.

Untuk informasi suku bunga jika mengalami perubahan ini sendiri biasanya akan di infokan oleh bank menggunakan email, tertulis lewat pos maupun menggunakan nomor telepon.

Jika suku bunga dipasar mengalami naik turun yang signifikan, maka hal tersebut tentunya akan mengikuti perubahan yang ada.

Namun jika kamu beruntung dengan suku bunga yang rendah seperti dibawah 6%. Itu akan menguntungkan kamu terutama untuk mencicil biaya bulanan karena tidak akan membebankan terlalu besar dari biaya yang ditetapkan.

Bunga fixed atau sistem flat

Jika kamu ingin mengambil suku bunga aman dan tidak mengikuti ketetapan oleh acuan rate BI. Kamu bisa mengambil jenis bunga fixed ini. Di mana sistem suku bunga ini banyak diterapkan oleh bank-bank syariah.

Kamu akan lebih aman jika menggunakan cicilan flat. Misalnya saja cicilan kamu sebesar Rp 3 juta perbulan, dan cicilan 10 tahun. Maka selama 10 tahun tersebut cicilan kamu tetap 3 juta rupiah.

Jika suku bunga di pasar mencapai hingga 15%, kamu akan tetap aman dan tidak terpengaruh dari suku bunga yang ada.

Rata-rata saat ini sistem menggunakan fixed atau flat cukup banyak digunakan jika dibandingkan dengan sistem mengambang atau floating yang tentunya lebih membebankan nasabah.

Biasanya suku bunga fixed ini berlaku jika:

  • Nasabah yang mengambil cicilan dengan sistem pembayaran jangka pendek biasanya dalam kurun waktu 5-15 tahun cicilan.
  • Nasabah yang menggunakan sistem pembayaran DP yang tinggi biasanya 25-35% dari total biaya rumah.

Namun terdapat kekurangan dari sistem cicilan flat ini diantaranya adalah:

  • Jika suku bunga global turun, jaminan pembayaran bunga flat biasanya akan lebih tinggi. Rata-rata berada di range 7-11% tergantung kebijakan bank saat kamu mengambil cicilan.

Suku bunga terbatas

Untuk sistem suku bunga terbatas ini menawarkan mengambang dan dibatasi.

Misalnya saja jika kamu mendapatkan bunga capped atau batasan bunga contohnya saja 12% pertahun.

Maka cicilan kamu jika mengalami kelonjokan yang tinggi dari acuan suku bunga rumah rate. Maka maksimal akan diambil 12% saja dan tidak melebihi.

Namun jika turun sebesar 7%, maka acuan bunga dari suku bunga terbatas juga akan mengikuti 7%.

Suku bunga kredit KPR

Untuk sistem ini hanya brlaku untuk proses pembelian tertentu, dan untuk besarnya pinjaman suku bunga ditentukan saat pertama kali sebelum melakukan akad kredit untuk penentuannya.